Siapa yang tak kenal Kho Ping Ho, dengan seabrek karya yang mengajak pembacanya berfantasi menjelajah bumi Tiongkok pada masa pendekar-pendekar sakti saling bertempur dengan ilmunya masing-masing.
Namun dari semua cerita silat dari pengarang yang ada, ketika aku masih SMP, maka yang paling membekas sampai sekarang adalah cerita silat karangan S.H. Mintardja yaitu Api di Bukit Menoreh (ADBM)
Dengan setting cerita jaman peralihan kerajaan Pajang dan mulai berdirinya kerajaan Mataram. Tokoh sentris pendekarnya dengan bersenjata cambuk, yaitu Agung Sedayu yang mendapat ilmu tiada banding dari sang guru Kiai Gringsing.
Tidak seperti cerita silat ala Kho Ping Ho, dalam Api Di Bukit Menoreh digambarkan bahwa sang pendekar adalah seorang yang ragu-ragu ketika akan membunuh lawannya, bahkan dalam peperangan dahsyat sekalipun dia masih berusaha melakukan pendekatan kepada lawannya untuk menyelesaikan masalah secara damai.
Kegemaran membaca ADBM itu sendiri karena ketularan dari seorang anak kos di rumah Bude di Malang … mas Lutfie namanya, yang suka menyewa buku. Sehingga aku tinggal nebeng saja bacanya … maklum masih anak SMP gak punya duit lebih
Sempat vakum beberapa lama gak baca buku tersebut, karena setelah lulus SMA ngelanjut kuliah di Surabaya. Sehingga gak kepikiran lagi akan kelanjutan cerita tersebut, sampai akhirnya terdengar kabar bahwa sang pengarang telah wafat.
Hal ini makin membuat gak tertarik untuk membacanya lagi.
Akhirnya, beberapa minggu yang lalu setelah goggling nemu juga website yg menyediakan cerita kesohor tersebut … teringatlah lagi memory indah ketika SMP sampai SMA dulu. Yah akhirnya keterusan dah sampai sekarang … rasa-rasanya sakaw kalo gak baca terusan ceritanya
Inilah website yang menyediakan cerita tersebut :
http://adbmcadangan.wordpress.com/
Thanks kepada orang2 yang sudah berbaik hati sharing buku karya sang maestro tersebut.

wuah ini berita bagus Jal. Gue start baca mintardja sekitar kelas 3 atau 4 SD (lupa persisnya) dan memang bener bikin ketagihan
btw, si swandaru itu masih bertingkah ga ya hehe. Oh iya jadi inget persahabatan raden rangga sama glagah putih. Sama istrinya agung sedayu yg namanya sekar mirah dgn senjata tongkat brkepala tengkorak
[...] a blog dedicated for the legendary story of Fire at the Menoreh Hill. I got this information from Mer1dzalden and it made me really truly deeply very happy This is the story that I knew from my time at [...]